Rabu, 02 Januari 2013

Ciri-Ciri Pemikiran Filsafat

Ciri-Ciri Pemikiran Filsafat
Menurut Clarence I. Lewis seorang ahli logika mengatakan bahwa filsafat itu sesungguhnya suatu proses refleksi dari bekerjanya akal. Sedangkan sisi yang terkandung dalam proses refleksi adalah berbagai kegiatan/problem kehidupan manusia. Dalam kegiatan atau problem yang terdapat beberapa ciri yang dapat mencapai derajat pemikiran filsafat adalah sebagai berikut:


1. Sangat umum atau Universal
2. Tidak Faktual
3. Bersangkutan dengan nilai
4. Berkaitan dengan arti
5. Implikatif

 Ciri-ciri pemikiran Filsafat menurut Made Pramono, S.s., M.Hum
1. Bersifat radikal (sampai keakar-akarnya, sampai pada hakikat/esensi)
2. Sistematis (adanya hubungan fungsional antara unsur-unsur untuk mencapai tujuan tertentu.
3. Berfikir tentang hal 1 proses umum, universitas, ide-ide besar, bukan tentang peristiwa tunggal
4. Konsisten/runtut (tak terdapat pertentangan didalamnya) dan koheren (sesuai dengan kaidah-kaidah berfikir logis).
5. Secara bebas, tak cenderung, prasangka, emosi.
6. Kebebasan ini berdisiplin (berpegang pada prinsip-prinsip pemikiran logis serta tanggung jawab pada hati nurani ini sendiri)
7. Berusaha memperoleh pandangan komprehensi/menyeluruh
8. Secara konseptual hasil generalisir (perumaman).


Sifat Dasar Filsafat
Sifat dasar filsafat
1. Berfikir radikal
2. Berfikir rasional; tahu pada paham dengan akal budi
3. Mencari asas
4. Mencari kebenaran
5. Mencari kejelasan

Kegunaan Filsafat
Adapun kegunaan filsafat yaitu :
1. Pada umumnya dapat dikatakan bahwa dengan belajar filsafat semakin menjadikan orang mam
pu untuk menagani berbagai pertanyaan mengajar manusia yang tidak terletak dalam wewenang metodis ilmu-ilmu khusus.
2. Menambah ilmu pengetahuan sehingga dapat membantu penyelesaian masalah dengan bijaksana, membuat manusia hidup lebih tanggap (peka) terhadap diri dan lingkungannya.
3. Kegunaan filsafat ialah untuk memperoleh pengertian (makna) dan untuk menjelaskan gejala atau peristiwa alam dan sosial.
4. Orang berfilsafat harus mampu menjelaskan hubungan antara sebab dan akibat, antara bentuk dan isi, antara gejala dan hakikat, ke hususan dan keumuman, kebutulan dan kehausan.

Cabang-cabang Filsafat
Telah kita ketahui bahwa filsafat adalah sebagai induk yang mencakup semua ilmu khusus.
Filsafat dapat dikelompokan menjadi empat bidang induk sebagai berikut:
1. Filsafat tentang pengetahuan, terdiri dari:
a. Epistemologi
b. Logika
c. Kritik ilmu-ilmu
2. Filsafat tentang keseluruhan kenyataan, terdiri dari:
a. Metafisika umum (ontonologi)
b. Metafisika khusus
3. Filsafat tentang tindakan, terdiri dari:
a. Etika
b. Estetika
4. Sejarah Filsafat
pembagian filsafat secara sistematis yang didasarkan pada sistematika yang berlaku didalam kurikulum akademis:
1. Metafisika (filsafat hal yang ada).
2. Epistomologi (teori pengetahuan).
3. Metodologi (teori tentang metode).
4. Logika (teori tentang penyimpulan).
5. Etika (filsafat tentang pertimbangan moral).
6. Sejarah filsafat.

Pembagian filsafat berdasar pada struktur pengetahuan filsafat yang berkembang sekarang ini. Terbagi menjadi tiga, yaitu:
1. Filsafat sistematis, terdiri:
a. Metafisika
b. Logika
c. Etika
2. Filsafat Khusus, terdiri:
a. Filsafat seni
b. Filsafat kebudayaan
c. Filsafat pendidikan
3. Filsafat Keilmuan, terdiri dari:
a. Filsafat matematika
b. Filsafat ilmu-ilmu fisika
c. Filsafat biologi

Dalam studi filsafat untuk memahaminya secara baik paling tidak kita harus mempelajari lima bidang pokok yaitu:
1. Metafisika
Metafisika merupakan cabang filsafat yang membuat suatu bagian dari persoalan filsafat yang:
a. Membicarakan tentang prinsip-prinsip yang paling universal
b. Membicarakan suatu yang bersifat keluarbiasaan
2. Epistemology
Epistemology lazimnya disebut teori pengetahuan yang secara umum membicarakan mengenai sumber-sumber, karakteristik dan kebenaran pengetahuan.
3. Logika
Logika adalah bidang pengetahuan yang mempelajari segenap asas, aturan, dan tatacara penalaran yang betul.
4. Etika
Etika atau filsafat perilaku sebagai satu cabang filsafat yang membicarakan “tindakan” manusia, terdapat dua hala permasalahan, yaitu yang menyangkut “tindakan” dan “baik-buruk”.
Dalam pemahaman “etika” sebagai pengetahuan mengenai norma baik-buruk dalam tindakan mempunyai persoalan yang luas.
5. Sejarah filsafat
Sejarah filsafat adalah laporan suatu peristiwa yang berkaitan dengan pemikiran filsafat. Didalam sejarah filsafat akan diketahui pemikiran-pemikiran yang genius hingga pemikir tersebut dapat mengubah dunia, yaitu dengan ide-ide 1 gagasan-gagasannya yang cemerlang.

DAFTAR PUSTAKA

Asmoro, Acmadi.2010. Filsafat Umum. Jakarta.
Ahmad Daudi.1984. Segi-Segi Pemikiran Filsafat Dalam Islam. Jakarta



from : http://ikhsanu.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar